Achievement Unlocked: Visual Novel Pertama

Alhamdulillah…

Setelah kurang lebih 5 bulan mengembangkan Partner in Cream bersama teman-teman kantor akhirnya Jumat kemarin kami berhasil mengunggah episode ke 9, yang mana merupakan episode terakhir dari visual novel ini.

Buat saya pribadi rasanya sangat melegakan. Hampir-hampir saya melakukan selebrasi buka baju seperti Jojo ketika berhasil mengalahkan lawannya di laga final bulu tangkis tunggal putera Asian Games 2018. Saya urungkan niat itu mengingat badan saya yang gak ada keren-kerennya. Terlebih, takut bulu ketek saya nyolok mata teman-teman.

Continue reading →

Iklan

#BukaInspirasi Digitalisasi Literasi

Orang Indonesia selalu disebut-sebut punya minat baca yang rendah. Bahkan menurut study Most Literred Nation in The World 2016, minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Awalnya saya gak begitu percaya, sampai akhirnya saya sadar kalau orang-orang di sekitar saya memang sedikit banget yang suka membaca, khususnya buku. Mereka baru akan membaca kalau pilihan lainnya adalah nonton video Yangleks.

Sebagai orang yang suka membaca karena tau banyak manfaat yang bisa didapat dari kegiatan itu, saya merasa cukup sedih dengan fakta demikian. Gimana gak sedih, salah satu manfaat membaca adalah mencegah kita dari penyakit Alzheimer atau penurunan daya ingat. Saya gak mau nanti pas menyapa teman di jalan, lalu salaman, tepuk punggung, kemudian malah direspon dengan “Hmm… tunggu. Anda siapa ya?”.

Continue reading →

Menjadi Game Developer

Terasa banget udah 18 bulan saya bekerja di Binary Studio 54, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang game development. Sejauh ini saya ngerasain gimana membuat dan mengembangkan game mulai dari game casual, RPG, free roam, strategi, sampai yang terbaru visual novel. Bagaimana rasanya? Capek bosque!

Iya, capek. Tapi kalau ditanya enak apa enggak, ya jujur saya bilang enak. Enak bukan karena bikin sesuatu yang menghibur orang lain, melainkan karena memang di industri kreatif inilah jiwa saya hidup. Saya ngelakuin apa yang saya suka seperti menulis, desain grafis, marketing dan game design. Dan itu bukan berarti membuat saya gak bisa capek ngelakuinnya. Yang namanya kerja ya pasti capek. Patung kucing yang dadah-dadah kalau ditanya juga setuju.

Continue reading →

Virus Generasi Muda

Di malam kedua Lebaran saya mengistirahatkan diri dengan menonton tv sambil tiduran. Saya memijit tombol di remot berkali-kali sebelum akhirnya berhenti di SCVT. Di channel itu sedang nampak seorang laki-laki dan perempuan berdialog seputar cinta. Ekspresi wajah keduanya begitu menjiwai. Alunan backsound yang syahdu membuat suasana jadi begitu romatis.

Kalau saja saya gak lebih dulu geli melihat adegan tersebut, pasti saya hanyut ke dalam kisahnya. Yang saya maksud geli bukan seperti rasa yang dihasilkan ketika seorang dikelitiki telapak kakinya, tapi lebih seperti geli yang ingin mengeluarkan isi perut lewat mulut. Mengapa?

Continue reading →

Satu Hari Setelah Senin

Jam di tangan saya sudah menunjukkan pukul 09.30 dan kereta yang saya naiki masih tertahan di stasiun Depok sejak empat puluh lima menit yang lalu. Secara teknis saya pasti terlambat masuk kantor, karena mustahil bisa tiba di Salemba dengan sisa waktu tiga puluh menit, kecuali saya naik Shinkansen atau dilontarkan bersama rudal Rusia.

Tapi ini bukan soal kecepatan, hanya saja ada yang tak beres pada sistem operasional KRL. Penyebabnya apa saya kurang tahu, tapi yang pasti telat datang ke kantor akan makin memperburuk citra saya sebagai anak baru. Bagaimanapun saya pernah ditegur langsung oleh Bos karena beberapa kali terlambat. Saya khawatir akan dipecat. Saya belum siap dipecat. Saya lupa password akun Jobstreet.

Continue reading →

Bicara Pada Jerawat Secara Baik-Baik

Punya masalah sama kulit wajah bukanlah hal yang baru buat saya. Pasalnya, jerawat mulai menjajah muka saya sejak saya duduk di bangku SMP. Kehadirannya yang silih berganti membuat saya mengira wajah saya adalah wilayah jajahan perang yang terus diperebutkan oleh bangsa-bangsa jerawat untuk beregenerasi.

Sebagian dari mereka lenyap karena saya pencet, dan sebagiannya lagi saya biarkan sampai masa jayanya habis. Ya, kadang saya memang sebijaksana itu. Tapi kadang saya juga kesal karena masa jaya mereka terlalu panjang. Dan itu cukup menurunkan tingkat percaya diri saya di lingkungan sosial.

Sebetulnya gak begitu masalah kalau berada di lingkungan yang sudah tahu saya gampang jerawatan. Tapi seperti mimpi buruk rasanya ketika jerawat lagi berkembang dan kita terpaksa harus masuk ke lingkungan baru. Persis yang terjadi belum lama ini. Jerawat hadir tepat 3 hari sebelum saya menghadiri event penting yang mengharuskan saya bertemu banyak orang baru selama 2 hari berturut-turut.

Continue reading →

Mengakhiri Jeda Membuka Lembar Baru

Sejak awal 2016 sampai saat ini intensitas ngeblog saya menurun. Dari yang tadinya biasa posting seminggu sekali berubah jadi sebulan sekali. Dari sebulan sekali jadi dua bulan sekali. Dari dua bulan sekali jadi tiga bulan sekali. Menurun terus sampai-sampai saya merasa murtad sebagai seorang blogger.

Adapun alasan-alasannya ialah:

Cari Kerja

Pasca berakhirnya masa kerja saya di Paktor Pte Ltd pada Januari 2016, saya mulai mencari pekerjaan baru untuk bertahan hidup di Jakarta yang keras-keras-empuk ini. Saya pun coba beberapa usaha seperti jasa desain, ilustrasi, jual kaos, jual ginjal dan lain sebagainya.

Continue reading →